Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 24 Mei 2012

Klasifikasi Plasmodium sp (malaria)


Klasifikasi 
Domain:Eukariot
(tidak termasuk)Alveolata
Filum:Apicomplexa
Kelas:Aconoidasida
Ordo:Haemosporida
Famili:Plasmodiidae
Genus:Plasmodium

Plasmodium menyebabkan penyakit malaria, yang pd manusia terutama disebabkan oleh empat spesies utama yaitu :
1. Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana benigna/malaria vivax
2. Plasmodium falciparum, penyebab malaria tertiana maligna/ malaria tropika.
3. Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana/malaria malariae
4. Plasmodium ovale, penyebab malaria tertiana benigna/malaria ovale. 

Siklus hidup

Vektor yg dapat menularkan malaria pd manusia adalah nyamuk Anopheles sp betina yg melalui gigitannya dapat ditularkan sporozoit Plasmodium sp ke dalam tubuh manusia. Malaria dapat juga diinokulasikan dari darah yg terinfeksi dan dapat juga diturunkan secara kongenital.
Plasmodium sp sebagai penyebab penyakit malaria memiliki siklus hidup sebagai berikut : Pada saat mangisap darah, nyamuk betina Anopheles menginokulasikan sporozoit Plasmodium sp ke dalam tubuh manusia sebagai hospes perantaranya. Sporozoit ini lalu menginfeksi sel parenkim hepar, dimana sporozoit mengalami maturasi menjadi skizont. Stadium ini disebut stadium hepar manusia atau siklus eksoeritrositik. Pada P.vivax dan P.ovale dapat terjadi suatu fase istirahat dimana maturasi sporozoit terlambat bisa sampai dengan 1-2 tahun. Bentuk istirahat ini disebut hipnozoit. Skizont lalu akan mengalami ruptur dan kemudian melepaskan ribuan merozoit ke dalam aliran darah. Merozoit lalu menginfeksi eritrosit, kemudian berubah lagi menjadi trofozoit muda yg kemudian matur dan berubah menjadi skizont. Skizont kembali ruptur dan kembali melepaskan merozoit yg akan menginfeksi eritrosit lain. Siklus ini disebut siklus eritrositik. Trofozoit juga dapat berubah menjadi gametosit yg nantinya akan berdiferensiasi menjadi makrogametosit dan mikrogametosit. Fase ini disebut fase intrinsik, dimana terjadi reproduksi aseksual (skizogoni).
Pada saat nyamuk, hospes definitif Plasmodium sp, menghisap darah, semua stadium Plasmodium sp akan ikut terisap ke dalam lambung nyamuk namun hanya yang berbentuk gametosit saja yg dapat bertahan dan melanjutkan siklus hidupnya. Fertilisasi akan membentuk zigot yg kemudian berubah bentuk menjadi ookinet. Ookinet kemudian bergerak menembus dinding usus dan menempel pd permukaan luar dinding usus dan berubah menjadi ookista. Setelah mengalami maturasi, ookista akan pecah dan sporozoit didalamya berhamburan ke dalam rongga tubuh nyamuk dan diantaranya ada yg sampai di kelenjar ludah nyamuk. Fase ini disebut fase ekstrinsik, dimana terjadi reproduksi seksual (sporogoni).
Epidemiologi Malaria
Penyakit malaria tersebar di seluruh dunia terutama daerah tropis dan subtropis. Penyebaran malaria di suatu tempat bergantung pada faktor sebagai berikut :
a. manusia, sebagai karier dari gametosit Plasmodium.
b. Vektor, dalam hal ini nyamuk Anopheles yg berbeda-beda tiap daerah.
c. Parasit, Plasmodium yg mempunyai karakteristik tersendiri.
d. Lingkungan, dimana daerah yg kurang mendukung silkus hidup vektor akan dapat mengurangi angka kejadian malaria.

Pengendalian Malaria
Angka kejadian dapat ditekan dengan berbagai cara yang intinya ialah memutus rantai penularan, diantaranya adalah :
a. pengobatan penderita malaria.
b. Mengurangi kontak vektor dan manusia.
c. Pemberantasan vektor malaria.
d. Penggunaan kemoprofilaksis bagi orang yg memasuki daerah endemis malaria.
e. Vaksinasi.

Perbedaan Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum


tropozoid
perbedaan
Plasmodium vivax
Plasmodium falciparum
erytrosit yang terinfeksi
mebesar
tetap
ukuran parasit
1/3 dari erytrosit yang terinfeksi
1/5 dari erytrosit yang terinfeksi
kromatin
1 buah tebal
ganda (2 buah)
sitoplasma
tebal
tipis
erytrosit
normal
normal
bentuk
seperti cincin besar/ amoeboit
seperti cincin/ring

makrogametosit dan mikrogametosit

perbedaan
Plamodiun vivax
mikrogametosit
makrogametosit
bentuk
bulat/oval dan padat
bulat/oval dan pdat
ukuran
mengisi erytrosit yang membesar
mengisi erytrosit yang membesar
erytrosit
membesar
membesar
kromatin
menggumpal ditengah
menggumpal ditepi

Plasmodium falciparum
mikrogametosit
makrogametosit
ujung
tumpul
runcing
bentuk
seperti ginjal
seperti bulan sabit
ukuran
lebih besar dierytrosit
lebih besar dierytrosit
kromatin
tersebar
menggumpal ditengah

perbandingan
Plasmodium vivax
Plasmodium falciparum
jumlah inerozolt
10000
40000
schizont hati
45 mikron
60 mikron
daur erytrosit
48 jam
48 jam
erytrosit yang dihinggapi
muda
semua
warna erytrosit
pucat
normal
titik erytrosit
schuffner
maurer
pigmen
kuning tengguli
hitam
jumlah merozoit erytrosit
14-24
8 s/d 32
Daur dalam nyamuk
8-9 hari
10hari
bentukerytrosit
tidak berubah
berubah/ mengkerut


sumber :
http://maksumprocedure.blogspot.com/2012/05/perbedaan-plasmodium-sp.html

0 komentar:

Poskan Komentar