Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 17 Mei 2012

BAKTERI LENGKAP

Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular(bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka. Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 lm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari kelompok lain.
1. Sejarah Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada 1674dengan menggunakan mikroskop buatannya sendiri. Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani bajtgqiom yang memiliki arti "small stick".

2. Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar, lipopolisakarida-terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik). Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagela dan fimbriayang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi. Beberapa bakteri juga memiliki kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan bakteri pada suatu permukaan dan biofilm formation. Bakteri juga memiliki kromosom, ribosomdan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas dan magnetosom. Beberapa bakteri mampu membentuk endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

3.Morfologi/bentuk bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu: - Kokus (Coccus) adalah bakteri yg berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: > Mikrococcus, jika kecil dan tunggal > Diplococcus, jka bergandanya dua-dua > Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar > Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus > Staphylococcus, jika bergerombol > Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai. > Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut: ~ Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua ~ Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai . ~Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut: Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran. ~ Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran. Bentuk tubuh/morfologibakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua.

bulucambuk
4. Alat gerak bakteri Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik; B-Lofotrik; C-Amfitrik; D-Peritrik;
Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Hampir semua bakteri yang berbentuk lengkung dan sebagian yang berbentuk batang ditemukan adanya flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali memiliki flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 - 0,1 mikro, dan panjangnya melebihi panjang sel bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu: Atrik, tidak mempunyai flagel. Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. Amfitrik, mempunyai sejumlah flagel pada kedua ujungnya. Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

5. Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah -suhu, -kelembaban, -cahaya.
A. S U H U
Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 3 golongan: - Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yg hidup pada daerah suhu antara 0- 30C, dgn suhu optimum 15C. - Bakteri mesofil, yaitu bakteri yg hidup di daerah suhu antara 15 - 55C, dgn suhu optimum 25 - 40C. -Bakteri termofil, yaitu bakteri yg dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40 - 75C, dgn suhu optimum 25 -40C Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yg hidup dalam sumber air panas bersuhu 93 - 94C.
B. KELEMBABAN
Kelembaban Pada umumnya bakteri memerlukan kelembapan yang cukup tinggi, kira-kira 85%. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.
C. C A H A Y A
Cahaya sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan bakteri.Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yg tdk berklorofil. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel yg berakibat menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian. Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan sebagai dasar sterilisasi atau pengawetan bahan makanan.
Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi, kekeringan atau zat-zat kimia tertentu, beberapa spesies dari Bacillus yg aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yg anaerob dpt mempertahankan diri dengan spora. Spora tersebut dibentuk dlm sel yg disebut endospora. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yg sedikit sekali mengandung air. Oleh karena itu endospora lebih tahan terhadap keadaan lingkungan yg tdk menguntungkan dibandingkan dgn bakteri aktif. Apabila keadaan lingkungan membaik kembali, endospora dpt tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa. Letak endospora di tengah-tengah sel bakteri atau pada salah satu ujungnya.

6.Bakteri menguntungkan >Bakteri pengurai Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah >Bakteri nitrifikasi Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu: Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi. >Reaksi nitritasi Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi. Reaksi nitratasi Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan krn menghasilkan senyawa yg diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yg disediakan untuk sumber air minum, nitrat yg berlebihan tdk baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.
Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan. Karena kemampuannya mengikat nitrogen di udara, bakteri-bakteri tersebut berpengaruh terhadap nilai ekonomi tanah pertanian. Kelompok bakteri ini ada yang hidup bebas maupun simbiosis. Bakteri nitrogen yang hidup bebas yaitu: -Azotobacter chroococcum, -Clostridium pasteurianum, dan -Rhodospirillum rubrum. Bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup dalam akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria, Tephrosia, dan Indigofera. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar), maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.

7.Bakteri denitrifikasi Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans. 6. 2. 3. Bakteri patogen Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.
NONama bakteriPenyakit yg ditularkan
1Salmonella typhosa Thypus
2Shigella dysenteriaeDisentri basiler
3Vibrio CommaKolera
4Haemophilus influenzaInfluenza
5Diplococcus pneumoniaPneumoniae(radang paru2)
6Mycobacterium tuberculosisTbc paru
7Clostridium tetaniTetanus
8Niseria meningitisMeningitis ( radang selaput otak )

9Niserria gonorrhoaeGonorhoeae( kencing nanah )
10Treponema pallidumSifilis
11Mycobacterium lepraeLepra(kusta)
12Treponema perteneu puruPatek



8.Dekomposisi
Dekomposisi Bakteri bekerja secara terstruktur dalam proses degradasi organisme atau proses pembusukan mayat. Proses pembusukan berawal dari mikroorganisme, misalnya bakteri-bakteri yang hidup di dalam usus besar manusia. Bakteri tersebut mulai mendegradasi protein yang terdapat dalam tubuh. Jika seluruh jenis ikatan protein sudah terputus, beberapa jaringan tubuh menjadi tidak berfungsi. Proses ini disempurnakan bakteri yang datang dari luar tubuh mayat, bisa berasal dari udara, tanah, ataupun air. Seluruh jenis bakteri ini menyerang hampir seluruh sel di tubuh dengan cara menyerang sistem pertahanan tubuh yang tidak lagi aktif, menghancurkan jaringan otot, atau menghasilkan enzim penghancur sel yang disebut protease. Kemudian dengan berbagai jenis metabolisme, mikroorganisme mulai memakan jaringan mati dan mencernanya. Tak jarang kerja proses ini dibantu reaksi kimia alami yang terjadi dalam organisme mati.

bakteri-bakteri penyebab penyakit,mulai dr spesies-spesiesnya, derajat kemampuannya dlm menyebabkan penyakit dan cr mengidentifikasi & mendiagnosanya. Istilah-istilah sering dipakai Patogenesis = proses terjadinya penyakit Patogenitas = Kemampuan bakteri dalam menimbulkan penyakit Infeksi = Penyakit yang ditimbulkan oleh mikroorganisme Virulensi = Derajat kemampuan mikroorganisme dalam menyebabkan penyakit. Senjata yang dimiliki bakteri dalam menginfeksi : 1. Enzim 2. Toksin 3. Pili 4. Kapsul Faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi bakteri: 1.Dosis infektif = sejumlah bakteri yg masuk kedalam tubuh, tdk bisa ditanggulangi oleh faktor kekebalan tubuh dan menyebabkan sakit. 2. Kekebalan / Immunologis. 3.Faktor Keturunan/alergi

JENIS-JENIS BAKTERI
Jenis bakteri - Bakteri 1. Gram (+) Kokus Staphylococcus sp. Streptococcus sp. Pneumococcus sp. 2. Gram (-) Kokus Neiserria gonorhoeae Neiserria meningitidis 3. Gram (+) Batang Bacillus sp. Clostridium sp. (jejuni, botunilum, perfringens) Corynebacterium sp. Mycobacterium sp. 4. Gram (-) Batang Enterobacteriaceae (Salmonella sp. Shigella sp. Klebsiella sp. Escherichia coli) Pseudomonas sp. Proteus Vibrio Cholera

STREPTOCOCCUS
Streptococcus Scientific classification - Kingdom: Bacteria -Phylum: Firmicutes -Class: Bacilli -Order: Lactobacillales - Family: Streptococcaceae - Genus: Streptococcus - Species : >S. agalactiae >S. anginosus >S. bovis >S. canis >S. equi >S. iniae >S. mitis >S. mutans >S. oralis >S. parasanguinis >S. peroris >S. pneumoniae >S. pyogenes >S. ratti >S. salivarius >S. salivarius ssp. thermophilus >S. sanguinis >S. sobrinus >S. suis >S. uberis >S. vestibularis >S. viridans

DIPLOCOCCUS
Ciri-Ciri Diplococcus: Mikroskopik: -bentuk coccus - susunan 2-2 (diplo) - kapsul positif - sifat, gram positif - seperti lancet - sel tua bisa memberikan sifat gram negatif Sifat Biakan: Hemodisgesti seperti Streptococcus alpha atau viridans Mudah lisis spontan. Patogenitas: Pneumococcus patogen bila memiliki kapsul. Berdasarkan tipe kapsul yang dimilikinya, dibagi : 1. tipe yang patogen terutama pada anak-anak yaitu tipe 1sampai 8 2. tipe yang patogen terutama pada dewasa yaitu tipe 6, 14, 19 dan 23 Untuk pemeriksaan kapsul dapat dilihat dengan Quellung test. Kapsul bisa terlihat jelas menggembung dengan uji ini.

STAPHYLOCOCCUS
Staphylococcus sp. adalah bakteri kelompok gram positif yang memiliki bentuk coccus atau berbentuk bulat. Staphylococcus sp. kebanyakan adalah mikroflora yang normal hidup pada manusia. Sering ditemukan di kulit dan selaput mukosa seperti usus & mulut. Spesies yg sering dijumpai: 1. Staphylococcus aureus 2. Staphylococcus epidermis / epidermidis 3. Staphylococcus safropitis / safrofitidis Suhu Optimum pertumbuhan 35-37°C Suhu Minimum pertumbuhan 10°C Suhu Maksimum pertumbuhan 42°C Suhu Lethal 62°C 30-60 menit Suhu Lethal 72°C 15 menit Perbedaan berdasarkan perubahan warna koloni pada media Agar Darah - S. aureus = kuning emas - S. albus = putih - S. citrus = kuning sitrus Tahan garam 7-10%, seringkali Staphylococcus aureus ditemukan pada ikan asin yang kurang asin, karena kemampuannya untuk hidup dalam suasana asin atau konsentrasi garam yang tinggi. Diameter koloni 2-3mm / 24 jam. Diameter koloni 7mm / 2-3x24 jam Dapat melisiskan eritrosit dengan toksin hemolysin.
Cara penularan Staphylococcus 1. Droplet 2. Udara 3. Keracunan Makanan = toksin enterotoksik Karena sifat komensal Staphylococcus, maka ia mudah untuk menginfeksi. Salah satu gejala infeksi Staphylococcus berupa kemerahan pada kulit atau Pyoderma Enterotoksin yang dihasilkan oleh Staphylococcus memiliki dosis toksik sebesar 10ug/ml. Keracunan yang terjadi karena enterotoksin disebut Intoksikasi. Enterotoksin menyerang SSP. Gejala yang sering timbul yaitu mata kunang-kunang, pegal pada tangan dan kaki, lunglai dll. Patogenitas 1. Infeksi Permukaan : - Bisul (Furunkel sampai Karbunkel) - Jerawat/Acne - Korengan - Paranochya - Hordeoleum - Mastitis Puerpuralis - Pemfigus 2. Infeksi Organ Dalam: - Endocarditis - Osteomyelitis - Arthritis - Infeksi Ginjal - Infeksi Paru-paru - Infeksi Saluran Kemih Produk-produk Ekstraseluler Staphylococcus aureus: 1. Leukosidin 2. Koagulase 3. Streptokinase 4. Hemolisin 5. Lipase 6. Hialuronidase 7. Glikopeptida

HAL2 YG HRS DIPERHATIKAN DLM IDENTIFIKASI
Hal hal yg perlu diperhatikan dlm melakukan Identifikasi bakteri: - Dalam melakukan identifikasi sering kali pasien menolak untuk diperiksa sensitifitasnya terhadap antibiotik mungkin karena alasan biaya. Namun menurut konsensus ahli mikrobiologi, pemeriksaan mikrobiologi klinik harus dilakukan sampai dengan pengujian kepekaan / sensitifitas untuk menghindari resistensi kuman terhadap antibiotik. Pasien yang bandel seringkali menghentikan pengobatan antibiotiknya sebelum obat tersebut habis padahal kelalaian tersebut akan menimbulkan mutasi bakteri yang mengarah kepada resistensi bakteri terhadap antibiotik tertentu. - Uji Serologi merupakan uji reaksi antara antigen dengan antibodi yang akan menimbulkan aglutinasi. Uji serologi menggunakan antiserum spesifik sehingga sensitifitas atau ketepatan uji serologi relatif tinggi. - Pewarnaan Basil Tahan Asam (BTA) merupakan uji makroskopik yang memiliki nilai diagnosa yang tinggi karena pemeriksaan tersebut dapat memangkas isolasi bakteri yang akan memakan waktu sampai 8 minggu. - Cara pengambilan spesimen harus di perhatikan, contohnya dalam pengambilan sampel darah bukan hanya harus dilakukan secara aseptik untuk menghindari kontaminasi, namun juga harus diperhatikan waktu pengambilannya, karena infeksi bakteri memiliki siklus tertentu. - Hati-hati dengan hasil false positive dan false negative. False positif maksudnya dalam sampel seharusnya tidak ditemukan bakteri namun dalam pelaporan / pengerjaan ditemukan bakteri. Hal ini bisa terjadi bila dalam pengerjaan terjadi kontaminasi. False negatif maksudnya dalam sampel seharusnya terdapat bakteri namun dalam pengerjaan / pelaporan tidak ditemukan bakteri. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya ketelitian dalam penggunaan ose

LANGKAH2 DLM IDENTIFIKASI
identifikasi dan isolasi bakteri dlm spesimen klinik dr manusia contohnya urin dan cairan dahak. Langkah-langkah dlm melakukan identifikasi yaitu:
1. Pemeriksaan Mikroskopik Pemeriksaan spesimen menggunakan instrumen mikroskop dgn preparat yg telah dilakukan pewarnaan sesuai dgn keperluan. Pewarnaan sediaan yg sering dilakukan antara lain pewarnaan Gram atau pewarnaan spesifik seperti pewarnaan BTA (Basil Tahan Asam) menggunakan metode Ziehl Nelsen atau Kinyoun Gabbet.
2. Isolasi / Penanaman Isolasi dikalukan pada media yang sesuai tergantung dari pemeriksaan mikroskopik yang telah dilakukan. Media yang umum dipakai yaitu Agar Darah, MSA (Manitol Salt Agar) dll.
3. Uji biokimia dilakukan untuk melihat aktifitas biokimiawi bakteri dalam media-media yg disediakan. Bakteri akan mensintesis zat-zat kimia tertentu tergantung dgn kemampuannya. Uji biokimia yang digunakan yaitu bontrey pendek, bontrey panjang atau imvic. 4. Uji Serologi Uji serologi meliputi tes aglutinasi menggunakan plasma koagulasi spesifik, Uji katalase dengan indikasi pembentukan gas oksigen, dll.
4. Uji Serologi Uji serologi meliputi tes aglutinasi menggunakan plasma koagulasi spesifik, Uji katalase dengan indikasi pembentukan gas oksigen, dll.
5. Uji Kepekaan / Sensitivity Yaitu tes yang digunakan untuk menguji kepekaan suatu bakteri terhadap antibiotik. Dengan dilakukannya tes ini akan diketahui efektifitas dari beberapa antibiotik yg diujikan utk melihat kemampuannya membunuh bakteri.
6. Uji Patogenitas Uji kekuatan bakteri dalam menyebabkan penyakit dgn menggunakan hewan percobaan. Dalam uji patogenitas juga termasuk uji Toksisitas untuk melihat racun yang dapat dihasilkan oleh bakteri tertentu.


Sumber pustaka
- wikipedia
- majalah kesehatan

0 komentar:

Posting Komentar